SMP Negeri I Pahae Jae Ukir Prestasi di HUT Tapanuli Utara ke-81, Yeshenia Oktavia Aritonang Juara I Lomba Martorsa
Tarutung, digitalterkini.com — Kabar membanggakan datang dari SMP Negeri I Pahae Jae. Siswi kelas IX, Yeshenia Oktavia Aritonang, berhasil meraih Juara I Lomba Martorsa Tingkat SMP se-Kabupaten Tapanuli Utara. Kompetisi ini digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Tapanuli Utara ke-81, yang berlangsung di Gedung Sopo Partukkoan Tarutung, Selasa (29/9/2026).
Lomba Martorsa ini diikuti oleh pelajar jenjang SD dan SMP yang berasal dari 15 kecamatan se-Kabupaten Tapanuli Utara. Yeshenia tampil dengan nomor undian 9 dan berhasil mengantongi nilai 2.805, mengungguli puluhan peserta lainnya.
Peringkat juara selengkapnya:
Juara I: Yeshenia Oktavia Aritonang, SMP Negeri I Pahae Jae (Nomor undian 9, Nilai 2.805)

Juara II: SMP Negeri I Tarutung (Nomor undian 3)
Juara III: SMP Negeri 1 Siatas Barita (Nomor undian 10)
Martorsa, Warisan Budaya yang Tetap Hidup di Sekolah
Martorsa adalah tradisi luhur masyarakat Batak Toba berupa kemampuan bercerita atau berdongeng. Istilah ini bersinonim dengan marturiturian, yaitu kegiatan bertutur dan menyampaikan kisah yang sarat nilai luhur. Di dunia pendidikan, Martorsa kini diintegrasikan ke dalam program inovasi literasi dan numerasi daerah yang dikenal dengan nama TAPAMAJUMA singkatan dari Maretong (berhitung), Manjaha (membaca), dan Martorsa (bercerita).
Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, melainkan upaya menjaga agar kekayaan budaya lokal tetap hidup, dikenal, dan dikuasai oleh generasi muda.
Salah satu Guru SMP Negeri I Pahae Jae, Putri Meliani Sianturi, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian siswinya.
“Kami sebagai guru di SMP Negeri I Pahae Jae sangat bangga atas hasil yang diraih Yeshenia,” ujar Putri Meliani Sianturi.
Lebih lanjut, ia berharap keberhasilan ini menjadi pemicu semangat bagi seluruh siswa di sekolahnya.
“Jangan pernah merasa puas dengan hasil yang sudah diraih saat ini. Teruslah belajar dan tingkatkan kemampuan diri ke arah yang lebih baik,” pesannya.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa upaya melestarikan budaya daerah dapat berjalan seiring dengan kemajuan pendidikan. Martorsa yang digelar dalam rangka HUT Tapanuli Utara ke-81 tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga menanamkan kembali cinta budaya di kalangan pelajar. Semangat Yeshenia diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak anak muda untuk mencintai, mempelajari, dan mewariskan tradisi luhur leluhur mereka.
