Berkat Pembinaan Yang baik, Warga Binaan Lapas Narkotika Sawahlunto Malah Kebanjiran Pesanan Batako
Sawahlunto, digitalterkini.com — Niat tulus untuk mengikuti program pembinaan kemandirian dan memperbaiki diri justru membuahkan hasil luar biasa bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas III Sawahlunto.
Berkat keahlian yang terasah di dalam Lapas, program pembuatan batako yang dijalankan oleh para warga binaan kini justru kebanjiran pesanan dari masyarakat luar.
Program pelatihan dan produksi batako ini tidak lepas dari dukungan sinergi antar-instansi. Kegiatan pembinaan kemandirian tersebut berjalan sukses berkat adanya bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT PLN (Persero) IP UBP Ombilin. Bantuan ini mencakup sarana pendukung produksi yang dimanfaatkan secara maksimal oleh para warga binaan untuk menghasilkan batako berkualitas tinggi.
Kalapas Narkotika Kelas III Sawahlunto, Ressy Setiawan mengungkapkan, rasa bangga dan apresiasinya atas ketekunan para warga binaan dalam memanfaatkan program pembinaan ini.

Menurutnya, antusiasme masyarakat dalam memesan batako buatan warga binaan membuktikan bahwa kualitas produk yang dihasilkan tidak kalah bersaing dengan produk di pasaran bebas.
“Niat awal kami adalah memberikan bekal keterampilan agar mereka memiliki keahlian yang bermanfaat saat bebas nanti. Namun luar biasa, semangat para warga binaan serta dukungan sarana dari PLN IP UBP Ombilin membuat hasil produksi batako ini diminati banyak pihak hingga pesanan terus mengalir,” ujarnya. Kamis (24/9/2026).
Sinergi melalui program CSR PLN IP UBP Ombilin ini menjadi bukti nyata kolaborasi yang efektif dalam mendorong percepatan pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Selain mengasah keterampilan teknis, kegiatan ini juga memupuk rasa percaya diri serta etos kerja para warga binaan agar siap kembali dan diterima dengan baik oleh masyarakat. Dengan tingginya permintaan batako saat ini, Lapas Narkotika Kelas III Sawahlunto berkomitmen untuk terus menjaga kualitas produksi sekaligus memperluas jangkauan pembinaan kemandirian bagi seluruh warga binaan.
