Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Kakankemenag Solok Selatan Serahkan Satyalancana Karya Satya
Solok Selatan, digitalterkini.com – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Solok Selatan, Fitriyoni, S.H., M.H., bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026. Kegiatan berlangsung khidmat di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok Selatan, Kamis (1/10/2026).
Upacara diikuti oleh jajaran pejabat Kemenag, Kepala Madrasah, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkungan Kementerian Agama di Kecamatan Sangir dan se-Kabupaten Solok Selatan. Peringatan ini diselenggarakan sesuai pedoman Menteri Kebudayaan RI serta Surat Edaran Kementerian Agama RI, dengan tema: “Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.
Selaku Inspektur Upacara, Fitriyoni membacakan langsung Teks Pancasila dan Ikrar Kesaktian Pancasila yang berisi kebulatan tekad seluruh elemen bangsa untuk mempertahankan serta mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila. Ikrar juga menegaskan komitmen menggalang kebersamaan, memperjuangkan kebenaran dan keadilan, demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam amanatnya, Fitriyoni mengajak seluruh peserta menjadikan peringatan ini sebagai momentum penguatan persatuan dan pengamalan nilai kebangsaan di lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari.

Momen istimewa dalam upacara ini adalah penyerahan Satyalancana Karya Satya, tanda kehormatan yang dianugerahkan Presiden Republik Indonesia kepada ASN yang telah mengabdi secara setia dan berkelanjutan.
Kali ini, penghargaan diberikan kepada pegawai Kemenag Solok Selatan yang telah berbakti selama 30 tahun, 20 tahun serta 10 tahun. Satyalancana ini merupakan penghargaan atas kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, serta kedisiplinan yang ditunjukkan secara terus-menerus dalam mengemban tugas negara.
Terakhir, upacara di tutup dengan doa bersama untuk kebaikan bangsa, kemampuan rakyat Indonesia untuk menghargai jasa pahlawan, meneguhkan hati dengan menjadikan Pancasila sebagai jati diri, menjauhkan diri dari sifat buruk, mensyukuri segala keindahan di bumi Indonesia, dan permohonan agar Indonesia senantiasa maju dan sentosa.
