DIGITAL TERKINI

Netral, Akurat, Terkini

BREAKING NEWS
    959 view

    Bupati Karimun Hadiri Groundbreaking Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Mendagri: Bukti Sejarah Pemersatu Bangsa

    Waktu Baca: 2 menit
    Bupati Kabupaten Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, menghadiri langsung upacara peletakan batu pertama atau Groundbreaking pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Kamis (24/9/2026). Foto: Prokopim Kabupaten Karimun.

    Tanjungpinang, digitalterkini.com — Bupati Kabupaten Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, menghadiri langsung upacara peletakan batu pertama atau Groundbreaking pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Kamis (24/9/2026).

    Acara monumental bernilai sejarah tinggi ini diresmikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian, didampingi Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, S.E., M.M., serta dihadiri jajaran Forkopimda Kepri dan para kepala daerah se-Provinsi Kepulauan Riau.

    Dalam sambutannya, Mendagri menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif strategis ini. Ia menegaskan bahwa bahasa Indonesia memiliki peran sangat penting sebagai pemersatu bangsa di tengah keberagaman suku dan budaya Nusantara. Melalui monumen ini, rekam jejak historis bahasa Indonesia yang berakar kuat dari bahasa Melayu di Pulau Penyengat, terutama melalui mahakarya Pahlawan Nasional Raja Ali Haji dapat terdokumentasi secara sistematis dan diwariskan bagi generasi mendatang.

    Bupati Karimun menyatakan dukungan penuh terhadap proyek bersejarah ini. Menurutnya, bangunan ini bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan bentuk penghormatan tertinggi terhadap warisan peradaban Melayu yang menjadi fondasi identitas bangsa Indonesia.

    “Kehadiran tugu dan museum ini akan menjadi pengingat abadi bagi generasi muda tentang asal-usul bahasa pemersatu kita. Pulau Penyengat adalah hulu dari bahasa yang hari ini menyatukan ratusan suku di Indonesia,” ujar Bupati Iskandarsyah.

    Pembangunan kompleks ini ditargetkan rampung pada Desember 2027 dan diresmikan pada tahun 2028 nanti. Nantinya, destinasi cagar budaya ini diproyeksikan menjadi ikon peradaban baru sekaligus ruang edukasi publik yang memperkokoh wawasan kebangsaan dari beranda depan NKRI.

    Admin
    Penulis
    Ery
    Editor