Satpol PP Palmatak Amankan 8 Santri Yang Keluar Pondok Saat Patroli Malam
Anambas, digitalterkini.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pos Jaga Palmatak melaksanakan Patroli Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) pada Kamis malam, 27 Agustus 2026, mulai pukul 22.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas aduan masyarakat terkait maraknya kasus pencurian yang terjadi di wilayah Kecamatan Palmatak, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau.
Pelaksanaan patroli mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2018 tentang Satuan Polisi Pamong Praja. Kegiatan diawali dengan apel pemberangkatan pada pukul 22.00 WIB, sebelum tim bergerak menyisir sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan ketertiban dan tindak pidana.
Rangkaian Pemeriksaan di Berbagai Lokasi

Patroli dimulai di kawasan pendidikan. Pada pukul 22.15 WIB, tim memeriksa lingkungan SMP dan SD Putik, namun tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan. Pukul 22.45 WIB, pemeriksaan dilakukan di lokasi SD Ladan dengan hasil nihil temuan.
Kondisi berbeda tercatat pada pukul 23.00 WIB di kawasan SMP Negeri 1 Palmatak. Tim petugas mendeteksi adanya tanda-tanda mencurigakan yang berasal dari arah hutan di sekitar lokasi. Petugas kemudian tetap berada di lokasi dan mengamati perkembangan situasi dengan saksama.
Pukul 00.15 WIB, petugas mengamati sekelompok remaja keluar dari arah hutan dan masuk ke salah satu gang di Desa Ladan. Tim segera berpindah ke Tribun Lapangan Sepak Bola Desa Ladan dan melakukan pengamatan dengan tenang serta tidak menarik perhatian, guna memastikan situasi sebelum melakukan pendekatan.
Pukul 00.25 WIB, terlihat sebanyak delapan orang remaja memasuki lapangan sepak bola dan terbagi menjadi dua kelompok. Sekitar sepuluh menit kemudian, pada pukul 00.35 WIB, petugas mendatangi kelompok tersebut untuk menanyakan keberadaan dan keperluan mereka di lokasi pada waktu tengah malam. Karena keterangan yang diberikan dianggap tidak masuk akal dan terkesan menyembunyikan sesuatu, kedelapan remaja tersebut kemudian diamankan dan dibawa ke Pos Jaga Satpol PP Palmatak untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Terungkap Mereka Adalah Santri Pesantren
Komandan Peleton Satpol PP Pos Jaga Palmatak, Supardi, menjelaskan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan mendalam mulai pukul 01.00 WIB, kedelapan remaja tersebut akhirnya mengaku sebagai santri dari salah satu pondok pesantren yang berada di wilayah Palmatak. Mereka keluar dari lingkungan pesantren tanpa izin pengasuh pada waktu yang dilarang.
“Kami tidak memberikan hukuman, melainkan melakukan pembinaan dan menyerahkan kembali kepada pihak yang berwenang,” ujar Supardi, Jumat (28/8/2026).
Pada pukul 01.20 WIB, petugas mengantar dan menyerahkan kedelapan santri tersebut kepada penanggung jawab pesantren untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut. Proses penyerahan selesai pukul 01.45 WIB, dilanjutkan dengan apel penutupan sebelum seluruh personel kembali ke pos masing-masing. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan terkendali. Selama patroli berlangsung, tidak ditemukan gangguan ketentraman dan ketertiban umum maupun adanya tindak pidana pencurian di lokasi-lokasi yang disisir.
Pesan Satpol PP Palmatak untuk Para Santri
Dalam kesempatan tersebut, Satpol PP Palmatak juga menyampaikan pesan khusus kepada para santri tersebut sebagai bentuk perhatian dan tanggung jawab bersama:
“Malam tadi kalian kami amankan bukan karena kami marah, tapi karena kami sayang dan bertanggung jawab menjaga kalian. Jagalah nama baik pesantren dan orang tua — kalian adalah harapan keluarga dan umat. Keluar pondok tanpa izin di tengah malam bisa menimbulkan fitnah serta kekhawatiran banyak pihak.”
“Jagalah keselamatan diri. Hutan dan jalanan pada malam hari adalah kawasan yang rawan. Bisa saja terjadi hal yang tidak kita inginkan. Jadilah teladan — menjadi santri itu identitas mulia. Disiplin, jujur, dan taat aturan adalah cerminan akhlak seorang santri.”
“Kami tidak akan menghukum kalian. Kami kembalikan kalian ke pesantren agar bisa dibina dengan lebih baik. Jadikan kejadian ini sebagai pelajaran. Ke depannya, jika ada keperluan yang mendesak, sampaikanlah terlebih dahulu kepada pengasuh atau Ustadz kalian. Kami, masyarakat, dan orang tua kalian semua ingin melihat kalian tumbuh menjadi generasi yang hebat dan berakhlak mulia.”
Kegiatan patroli ini menjadi bukti sinergi antara aparat ketertiban dan kepedulian terhadap keamanan serta pembinaan generasi muda di wilayah Kecamatan Palmatak. Satpol PP Palmatak berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan di titik-titik rawan dan melibatkan peran serta masyarakat dalam menjaga ketentraman bersama.
