Inovasi Digital, SMP Swasta Santo Yusup Karimun Luncurkan Absensi Chip RFID Langsung Terkirim ke WhatsApp Orang Tua
Karimun, digitalterkini.com — SMP Swasta Santo Yusup Karimun menyambut tahun ajaran baru dengan gebrakan teknologi. Sekolah resmi menerapkan sistem absensi digital versi terbaru berbasis chip RFID yang terintegrasi langsung dengan pesan WhatsApp orang tua atau wali murid. Inovasi ini menjadikan sekolah tersebut sebagai pelopor sekolah swasta di Kabupaten Karimun yang menerapkan sistem presensi terintegrasi secara langsung dengan pihak keluarga.
Berbeda dengan sistem sebelumnya yang masih menggunakan pemindaian kode batang secara manual, kini siswa cukup menempelkan kartu identitas yang dilengkapi chip ke alat pembaca yang diletakkan di halaman sekolah. Dalam waktu hanya 2–3 detik, proses pencatatan kehadiran selesai. Data kehadiran langsung terekam, tersimpan di basis data sekolah, dan secara otomatis terkirim sebagai notifikasi ke nomor WhatsApp orang tua atau wali murid.
Para siswa tampak tertib mengantre di meja absensi sejak pagi hari. Kartu identitas yang digunakan juga dilengkapi foto, Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), serta chip RFID yang memuat data pribadi masing-masing siswa. Proses yang dulunya memakan waktu hingga 15 menit untuk satu kelas, kini dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 5 menit secara keseluruhan.
Kepala SMP Swasta Santo Yusup Karimun, Halri Simarmata, S.Kom., Gr., menyampaikan bahwa inovasi ini dihadirkan untuk menjawab tiga hal utama: kedisiplinan, akurasi data, dan keterbukaan informasi antara sekolah dan orang tua.

“Dengan absensi digital berbasis chip ini, kami bisa memantau kehadiran siswa secara real time dan akurat. Yang paling penting, orang tua sekarang langsung mendapat laporan saat anaknya masuk atau pulang sekolah melalui WhatsApp. Ini langkah nyata kami menuju sekolah yang tertib, transparan, dan berbasis teknologi,” ujar Halri Simarmata.
Realisasi program ini tidak lepas dari dukungan penuh Komite Sekolah. Pengadaan perangkat pembaca hingga pencetakan kartu identitas siswa difasilitasi oleh Ketua Komite SMP Swasta Santo Yusup Karimun, Dr. Vandarones Purba, S.T., S.H., M.H., M.M., C.Med.
“Kami dari Komite menilai absensi manual sangat menyibukkan guru piket. Dengan sistem ini, orang tua lebih tenang karena informasi kehadiran anaknya langsung sampai di genggaman. Kami berharap digitalisasi ini bisa meningkatkan mutu pendidikan serta mempererat kerja sama antara sekolah dengan orang tua,” ungkap Vandarones Purba.
Guru dan siswa pun menyambut positif perubahan ini. Efisiensi waktu yang dihasilkan diharapkan dapat lebih memaksimalkan jam pembelajaran di kelas. Ke depannya, sistem yang sama akan terus dikembangkan untuk mencakup absensi pulang sekolah, pengajuan izin, hingga presensi kegiatan ekstrakurikuler.
Dengan inovasi ini, SMP Swasta Santo Yusup Karimun berkomitmen terus berbenah dan menghadirkan pelayanan pendidikan yang semakin modern, akuntabel, dan transparan bagi seluruh warga sekolah maupun orang tua murid.
