Batik “Pesona Bahari Anambas” Curi Perhatian di Dekrafest 2026, Ny. Sinta Aneng: Wastra Adalah Identitas Daerah
Tanjungpinang, digitalterkini.com – Pesona Kabupaten Kepulauan Anambas kembali mencuri perhatian di panggung Dekrafest 2026 Provinsi Kepulauan Riau, Senin (21/9/2026).
Ketua Dekranasda Kabupaten Kepulauan Anambas, Ny. Sinta Aneng, tampil menawan mengenakan busana Batik Tulis “Pesona Bahari Anambas”. Karya wastra tersebut tidak hanya menampilkan keindahan busana, tetapi menjadi media untuk memperkenalkan kekayaan alam, budaya, dan karya pengrajin lokal Anambas ke panggung provinsi.
Batik “Pesona Bahari Anambas” terinspirasi dari kekayaan bahari Anambas, mulai dari hutan mangrove, ikan, hingga terumbu karang. Motif ikan yang berenang di antara karang menggambarkan harmoni kehidupan laut sekaligus kedekatan masyarakat Anambas dengan alam.
Perpaduan warna biru dan peach menjadi identitas utama. Biru merepresentasikan luasnya lautan Anambas yang tenang dan indah, sementara peach melambangkan kehangatan, keramahan, dan optimisme masyarakat pesisir, sekaligus cahaya matahari yang menyinari laut dan karang. Perpaduan ini menghadirkan kesan lembut, modern, dan elegan.

Tidak hanya untuk busana formal, batik ini juga dikembangkan dengan karakter desain yang ringan dan kasual, sehingga dapat dikenakan di berbagai suasana tanpa menghilangkan identitas budayanya.
Ny. Sinta Aneng menegaskan bahwa wastra daerah memiliki nilai lebih dari sekadar fashion.
“Wastra daerah bukan sekadar busana, tetapi merupakan bagian dari identitas dan cerita sebuah daerah. Melalui Batik Pesona Bahari Anambas, kita ingin memperkenalkan keindahan Anambas sekaligus mendorong para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif agar semakin percaya diri mengembangkan karya lokal. Harapannya Batik Anambas bisa naik kelas,” ujar Ny. Sinta Aneng.
Keikutsertaan Anambas dalam Dekrafest 2026 menjadi ruang strategis untuk membuka peluang kolaborasi dan pasar yang lebih luas bagi pengrajin, desainer, dan pelaku UMKM.
Diketahui, Batik “Pesona Bahari Anambas” merupakan karya dari Batik Mangrove Genting Pulur dengan desain oleh Inan Efendi. Karya ini menjadi bukti bagaimana kekayaan alam Anambas dapat diterjemahkan menjadi karya seni yang bernilai estetika, budaya, dan ekonomi.
“Dari mangrove hingga terumbu karang, dari birunya laut hingga hangatnya warna peach—setiap goresan bercerita tentang Anambas, tentang alam, budaya, dan masyarakat yang hidup dalam harmoni.”
Fashion show Dekrafest 2026 Kepri kali ini diikuti oleh perwakilan kabupaten/kota se-Kepulauan Riau, yakni Tanjungpinang, Bintan, Karimun, Lingga, Natuna, dan Kepulauan Anambas.
