DIGITAL TERKINI

Netral, Akurat, Terkini

BREAKING NEWS
    476 view

    RSAM Bukittinggi Gelar Pelatihan GadarMatneo, 12 Tenaga Kesehatan Siap Tingkatkan Layanan Ibu dan Bayi

    Waktu Baca: 2 menit
    RSUD Dr. Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi menyelenggarakan Workshop dan On The Job Training (OJT) GadarMatneo Gelombang Pertama, kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 14 hingga 16 September 2026.

    Bukittinggi, digitalterkini.com — RSUD Dr. Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi menyelenggarakan Workshop dan On The Job Training (OJT) GadarMatneo Gelombang Pertama, sebuah pelatihan khusus untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam menangani kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 14 hingga 16 September 2026.

    Sebanyak 12 orang peserta yang terdiri dari dokter, perawat, dan bidan mengikuti pelatihan ini secara intensif. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi dengan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi, serta diampu oleh BKOM Pelkes Provinsi Sumatera Barat.

    Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Kabag SDM) RSAM Bukittinggi, dr. David, MM, yang mewakili Direktur RSAM Bukittinggi, drg. Busril, MPH. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Riyani, SKM, M.Kes. Sementara narasumber yang mengampu pelatihan ini antara lain dr. Zeino Fridsto, SpOG, Subsp KFM serta dr. Rita Arrianty, Sp.A, M.Biomed, Supsp. Neo.

    Dalam sambutannya, dr. David menegaskan bahwa kegiatan OJT GadarMatneo ini bukan sekadar kegiatan rutin atau administratif, melainkan bagian penting dari upaya nyata untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kegawatdaruratan maternal dan neonatal secara cepat, tepat, terintegrasi, dan sesuai standar.

    “Kita semua memahami bahwa kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal merupakan kondisi yang membutuhkan kecepatan mengambil keputusan, ketepatan tindakan, kemampuan bekerja dalam tim, serta komunikasi yang efektif. Dalam situasi kegawatdaruratan, keterlambatan beberapa menit saja dapat memberikan dampak yang sangat besar terhadap keselamatan ibu dan bayi,” ujar David.

    Kepada 12 peserta yang mengikuti gelombang pertama ini, David berharap peserta tidak hanya mengikuti kegiatan sebagai kewajiban semata, tetapi benar-benar menjadikannya kesempatan untuk mengasah kemampuan, memperkuat pengalaman klinis, meningkatkan kepercayaan diri, serta membangun budaya kerja yang berorientasi pada keselamatan pasien.

    Lebih jauh, ia mendorong terjadinya transfer pengetahuan dan keterampilan setelah pelatihan selesai.

    “Saya berharap setelah kegiatan ini selesai, akan terjadi transfer knowledge dan transfer skill kepada rekan-rekan lainnya di unit kerja masing-masing. Dengan demikian, manfaat kegiatan ini tidak berhenti pada 12 peserta, tetapi dapat berkembang menjadi peningkatan kapasitas tim pelayanan secara keseluruhan,” harapnya.

    Kerja sama antara Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi dengan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi dalam penyelenggaraan kegiatan ini dinilai sebagai bentuk sinergi yang sangat penting dan strategis. Kolaborasi seperti inilah yang harus terus diperkuat dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan secara menyeluruh di Kota Bukittinggi.

    Putra
    Penulis
    Ery
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *